JAKARTA, SABDATA – Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kini resmi dinyatakan diundur, Jum'at (15/04/2022).
Pengunduran kegiatan tersebut semula dilaksanakan pada tanggal 23-26 Juni 2022 ditunda hingga pada tanggal 14-17 Juli 2022 mendatang.
Penundaan agenda besar IPNU, didasari dari surat balasan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meminta kongres IPNU diundur.
Dari pengunduran itu, wakil ketua 1 Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan (PW IPNU Sulsel), Rekan Quraish Salam ikut Merespon.
Menurutnya pengunduran kongres IPNU ke-20 tersebut merupakan langkah yang tepat mengingat kondisi yang ada.
"Ya, saya kira pengunduran kongres IPNU ini adalah langkah yang tepat dilakukan oleh PP (IPNU)," Terang Quraish saat dimintai pendapat oleh Sabdata (16/4).
Ia pun menduga, pengunduran kongres disebabkan oleh ketidakjelasan soal berakhirnya Covid-19 sampai hari ini.
"Masih belum adanya kejelasan terkait pandemi Covid-19 yang dialami sampai hari ini, mungkin salah satu juga penyebab diundur Kongres IPNU ke-XX ini." tuturnya.
Sambung, ia juga menanggapi soal SP cabang yang saat ini masih banyak cabang yang khususnya di wilayah Timur Indonesia ini belum mendapatkan SP (Surat Pengesahan) kepengurusan.
Sehingga menurutnya, pada saat kongres nanti akan sedikit yang terdaftar sebagai peserta penuh pada pemilihan ketua PP IPNU baru.
Ia pun mengaku, pengurusan SP cabang yang melalui website SAM IPNU dinilai ribet (sulit) lantaran sebelumnya tidak ada pengenalan lebih mendalam terkait penggunaan aplikasi tersebut.
Namun begitu, wakil Ketua 1 PW IPNU Sulsel, masih berharap agar website tersebut tetap ada dan dipergunakan di kepengurusan selanjutnya.
"Meski terdapat kesulitan dalam penggunaan website ini, namun kami tetap berharap website tersebut tetap dipergunakan untuk kepengurusan selanjutnya," tutupnya.
Penulis: Abdullah
Note: Telah rilis di media PW IPNU Sulsel 18/04/2022 dengan judul "Kongres IPNU XX Diundur, Ini Tanggapan dari PW Sulsel"

0 Komentar
Beri komentar masukan/saran yang bersifat membangun